Kemasi Ceria: Pendekatan Kreatif Mengemas Cerita Rakyat Indonesia Berbasis Artificial Intelligence
DOI:
https://doi.org/10.59239/jfppti.v4i2.77Keywords:
Artificial Intelligence, Cerita rakyat, Inovasi, Kemasi Ceria, Literasi budayaAbstract
Setiap wilayah di Indonesia memiliki cerita rakyat yang unik. Cerita rakyat tersebut merupakan bentuk pengetahuan budaya implisit yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi, sering sekali tidak diketahui siapa pencipta aslinya. Berdasarkan data dari Kemendikdasmen, ada sebanyak 944 cerita rakyat yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Namun, hanya sebagian kecil dari cerita rakyat tersebut yang telah dikemas ke dalam format yang mudah diakses oleh masyarakat luas. Di sisi lain, saat ini cerita rakyat Indonesia mulai terlupakan, kalah bersaing dengan konten global yang lebih menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Kemasi Ceria, sebagai sebuah inovasi berbasis Artificial Intelligence yang dirancang sebagai media kreatif dalam mengemas cerita rakyat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert kepada 96 responden dari berbagai latar belakang usia dan profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian Setuju dan Sangat Setuju terhadap semua indikator yang disebutkan. Indikatornya yaitu kemudahan akses, tampilan visual, relevansi terhadap pembelajaran, hingga kontribusi terhadap literasi budaya lokal. Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Kemasi Ceria berkontribusi positif dalam upaya pelestarian dan revitalisasi cerita rakyat Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan agar inovasi serupa bisa dikembangkan lebih lanjut dengan cakupan sampel yang lebih luas, variasi cerita yang beragam, serta fitur tambahan dalam mendukung optimalisasi literasi budaya di era digital saat ini.
References
Adelia, N. (2022). Kemas Ulang Informasi dalam Perspektif Budaya Informasi Digital. Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, 2(1). doi:https://doi.org/10.37108/almaarif.v2i1.825
Aljamaliah, S., & Darmadi, D. (2022). Analisis Fakta Cerita dalam Folklor Lisan: Cerita Rakyat Sunda Sebagai Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar. Haluan Sastra Budaya, 6(2), 249 -269. doi:https://doi.org/10.20961/hsb.v6i2.65600
Creswell, J. W., & Creswell, J. (2023). Research design : qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. California: Sage Publications.
Fajrie, N., Aryani, V., & Kironoratri, L. (2024, Maret). Media Belajar Digital Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Sumber Bacaan Dongeng Sastra Anak. Jurnal Elementaria Edukasia(Volume 7, No. 1), 2262-2275. doi:10.31949/jee.v7i1.8123
Fatmawati, E. (2009). Kemas Ulang Informasi: Suatu Tantangan Bagi Pustakawan. Media Pustakawan, 16(1 & 2), 23-27.
Hadi, D. W., Dananto, W. A., Sambodo, N., & Mas’ad. (2021). Statistik Kebudayaan 2021. Tangerang Selatan: Pusat Data dan Teknologi Informasi, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Retrieved from https://repositori.kemendikdasmen.go.id/22872/1/Statistik%20Kebudayaan%202021.pdf
Izuchukwu, C.V. (2024). Information Repackaging For Information Users. IOSR Journal Of Humanities And Social Science, 29(6), 49-55. DOI: 10.9790/0837-2906114955
OpenAI. (2024). OpenAI: Sora System Card. Retrieved Agustus 28, 2025, from https://openai.com/index/sora-system-card/
Putri, T. P., Anggraini, G., & Nengsih, P. R. (2025, Mei). CERITA RAKYAT SEBAGAI KRISTALISASI DAN MEDIA INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MASYARAKAT KOTAWARINGIN TIMUR. Anterior Jurnal, Volume 24 (Issue II), 120 – 125. doi:10.33084/anterior.v24i2.9575
Safitri, D., & Krismayani, I. (2023). Kemas ulang informasi komik digital pada webtoon 7 wonders karya metalu sebagai bentuk preservasi cerita rakyat jaka tarub. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, Dan Informasi, 7(3), 431–442. https://doi.org/10.14710/anuva.7.3.431-442
Sari, D. L. (2024). Eksplorasi Cerita Rakyat Bengkulu Dalam Format Video 3d Berbantuan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun. Indonesian Journal of Teaching and Learning, 3 Nomor 2, Mei 2024, 108 - 117. doi:https://doi.org/10.56855/intel.v3i2.1081
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
United Nations. (2025a). SDGs 4-Ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning opportunities for all. Retrieved Agustus 28, 2025, from https://sdgs.un.org/goals/goal4#targets_and_indicators
United Nations. (2025b). SDGs 8-Promote sustained, inclusive and sustainable economic growth, full and productive employment and decent work for all. Retrieved Agustus 28, 2025, from https://sdgs.un.org/goals/goal8#targets_and_indicators
United Nations. (2025c). SDGs 11-Make cities and human settlements inclusive, safe, resilient and sustainable. Retrieved Agustus 28, 2025, from https://sdgs.un.org/goals/goal11#targets_and_indicators
Utami, V. R. (2025). DEVELOPING AI LITERACY IN HIGHER EDUCATION TO STRENGTHEN HUMAN RESOURCES IN THE AI ERA. The 2025 Sebelas Maret International Conference on Digital Economy.